Uncategorized

Cara Talent Acquisition Specialist Memenangkan Persaingan Masa Kini

Persaingan antar perusahaan untuk mendapatkan talenta-talenta unggul Indonesia semakin ketat. Talent acquisition specialist harus berusaha ekstra. Salah satu gambaran persaingan itu terlihat pada hasil survei Universum terhadap generasi millenial yang masih berstatus mahasiswa (Indonesia Top 100 IDEAL Employers student survey 2017). Mengandalkan citra dan reputasi perusahaan saja tidak cukup. Mereka memperhatikan karyawan dan budaya perusahaan, termasuk remunerasi dan peluang untuk mengembangkan karir.

­

Joakim Strom, CEO Universum Asia Pacific menyarankan agar perusahaan memahami apa yang membuat kandidat target tertarik, menyesuaikan dengan kemampuan perusahaan, dan memiliki value proposition yang berbeda dari kompetitor.

The war for the right talent among employers in Indonesia has never been so intense. This past year, we have seen that the only way for employers to gain an edge is to adopt a talent centric, data driven and targeted approach when it comes to recruitment. In other words, organisations must understand what their target talent finds attractive, match it with what they can offer as an employer, and make sure they have a distinct value proposition.” kata Strom kepada HR in Asia.

Kenyataan yang diungkapkan oleh Universum hanya salah satu yang menjadi perhatian di bidang talent acquisition. Talent acquisition specialist juga berjuang untuk memikat kandidat niche yang berpengalaman dan menguasai keterampilan yang langka. Menghadapi persaingan yang intens, bagaimana talent acquisition specialist mempersiapkan diri dan menerapkan segala taktiknya? Lalu, bagaimana masa depan talent acquisition specialist di era yang digadang sebagai era Industri 4.0?

Karakteristik yang Wajib Dimiliki Talent Acquisition Specialist

Dirangkum dari artikel Michael D. Haberman, vice-President/co-founder Omega HR Solutions, Inc.dan Eric Titner, inilah ciri-ciri warrior talent acquisition specialist yang bisa memenangkan ‘war of talent’:

  1. Selalu ingin tahu

Proses kerja Anda sebagai talent acquisition specialist dalam mencari kandidat, termasuk melakukan wawancara dan memeriksa latar belakang, memerlukan perhatian terhadap detail. Sulit jika seorang talent acquisition specialist tidak benar-benar ‘penasaran’, bisa jadi ada informasi penting yang terlewatkan.

  1. Paham persoalan bisnis

Memahami aspek bisnis perusahaan akan membantu talent acquisition specialist berstrategi untuk mendapatkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Oleh sebab itu, para pemburu talenta perlu up-to-date tentang keadaan masyarakat, industri dan global; mengerti kompetitor dan pelanggan perusahaan. Selain itu, talent acquisition specialist juga wajib menguasai pengetahuan tentang perusahaan itu sendiri, mulai dari sejarah hingga rencana perusahaan. Talent acquisition specialist bertugas untuk meyakinkan calon-calon karyawan bahwa bergabung dengan perusahaannya adalah langkah yang menguntungkan. Tentu jika talent acquisition specialist tidak bisa menjawab pertanyaan kandidat (misalnya ketika wawancara) kesan yang ditampilkan kurang baik.

  1. Komunikator yang baik

Pekerjaan talent acquisition menuntut Anda untuk terampil berkomunikasi. Keterampilan itu berguna untuk mengelola employer branding dan menarik kandidat top. Ketika melakukan pendekatan kepada kandidat, talent acquisition specialist perlu secara efektif menyampaikan mengapa kandidat harus bergabung dengan perusahaannya.

Kemampuan komunikasi juga penting ketika wawancara. Wawancara lebih dari sekadar melontarkan serangkaian pertanyaan dan juga bukan interogasi. Jika orang yang diwawancarai merasa diinterogasi, ia akan bersikap defensif. Alhasil, kesempatan untuk menilai kandidat secara akurat pun hilang.

  1. Nyaman berhadapan dengan para petinggi perusahaan

Talent acquisition specialist bertanggung jawab atas talenta-talenta yang akan menentukan masa depan perusahaan. Oleh sebab itu, Anda akan berhubungan dengan para petinggi perusahaan. Anda tidak boleh canggung atau minder di depan mereka yang ‘ber-title’..

  1. Tech-savvy

Di masa ini, perilaku manusia mencari informasi telah banyak berubah. Memasang lowongan pekerjaan di koran atau di depan kantor sudah ‘tidak zamannya lagi’. Dengan bantuan teknologi, Anda memiliki banyak cara untuk menjangkau kandidat, seperti dengan media sosial dan platform lowongan kerja (contohnya Linkedin, Jobstreet, dll.).

Tips untuk Talent Acquisition yang Efektif

Agar usaha talent acquisition efektif, Linkedin menyarankan 4 hal untuk diterapkan, yaitu:

  1. Membuat prediksi

Identifikasi posisi-posisi yang paling sulit untuk diisi atau niche. Mulailah membuat rencana dengan memprioritaskan posisi-posisi tersebut. Mencari orang yang menguasai keterampilan niche dan berpengalaman bisa memakan waktu 3-6 bulan atau bahkan lebih lama. Berpikir jauh ke depan akan mempermudah mendapatkan individu maupun membangun tim yang cocok.

  1. Bangun pipeline

Perhatikan kandidat yang Anda temukan. Susun dan simpan data mereka, paling tidak dengan aplikasi lembar lajur (spreadsheet), jika Anda bekerja di perusahaan kecil. Jika Anda bekerja di perusahaan berukuran besar, ada perangkat lunak atau platform khusus yang bisa dimanfaatkan. Tentunya, Anda perlu membangun relasi agar dapat menemukan kandidat yang potensial. Pastikan Anda meluangkan waktu untuk memperluas jaringan, meng-input serta memperbarui detail-detail mengenai kandidat.

  1. Ambil waktu yang dibutuhkan

Wawancara memang bagian penting dari proses talent acquisition dan sebaiknya Anda tidak tergesa-gesa. Wawancara dapat memperlihatkan bagaimana seseorang berperilaku di dalam konteks formal dan sedang dinilai. Akan tetapi, intuisi tentang seberapa cocok seorang kandidat untuk bekerja di perusahaan Anda, bisa datang ketika berada di luar ruangan kantor. Rapat sambil makan siang atau pertemuan lainnya yang bersifat informal bisa menjadi cara untuk mengenal kandidat. Jika perlu, kenalkan kandidat kepada pihak-pihak yang akan bekerja sama dengan calon karyawan (seandainya ia lolos). Kandidat akan menghargai kesempatan lebih untuk saling mengenal tersebut.

Masa Depan Talent Acquisition

Perkembangan teknologi semakin pesat. Saat ini, revolusi industri 4.0 pun semakin bergeliat ke ranah rekrutmen. Perangkat lunak dan kecerdasan buatan (AI) sudah muncul untuk memudahkan proses mendapatkan talenta untuk perusahaan. Namun, Bagus Hendrayono, VP Talent Acquisition Go-Pay, berpendapat bahwa peran talent acquisition specialist belum tergantikan oleh perangkat lunakmaupun kecerdasan buatan setidaknya untuk 10 tahun ke depan. Talent acquisition membutuhkan sentuhan manusia karena bagaimanapun juga, yang dicari adalah manusia.

Bagus menjelaskan, “Teknologi fungsinya adalah untuk membantu. It’s not a system or a tool to replace human being… We deal with people. Machines cannot interview people. They can ask people, but they cannot interview. The difference with interview (from asking question) is two-way communication.”

Sekarang Anda sudah tahu cara efektif ‘bertarung’ sebagai talent acquisition specialist. Semoga berhasil menjalankan tips tadi!


Click here for executive career opportunities or vacancies at Parrish & Co.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *