Uncategorized

Ini 4 Penyebab Lamaran Kerja Fresh Graduate Ditolak

Bagi para fresh graduates, ada baiknya untuk mengirim lamaran kerja sesuai dengan minat dan bidang yang ditekuni. Misalnya jika Anda merupakan lulusan akuntansi, peluang Anda diterima kerja akan lebih besar ketika melamar untuk posisi akuntan ketimbang melamar sebagai desainer produk. Perkaya juga pengalaman kerja dengan ikut seminar, workshop, organisasi, dan program magang.

Jarak antara pendidikan dan kebutuhan kerja
Sebagian besar perekrut merasa bahwa fresh graduates tidak memiliki kompetensi yang cukup atau sesuai dengan kebutuhan kerja. Sebuah survei yang dilakukan oleh Association of American Colleges and Universities mengungkapkan bahwa pandangan fresh graduates dengan pandangan perekrut mengenai kemampuan yang mereka miliki jauh berbeda.

Contohnya seperti bagaimana 55% mahasiswa merasa kemampuan statistik mereka memadai, sedangkan hanya 28% perekrut yang berpikir demikian. Ketimpangan ini terjadi karena banyak perguruan tinggi yang lebih mengedepankan ajaran teori daripada studi kasus atau praktik lapangan.

Bukan berarti teori tidak dibutuhkan, tetapi yang terjadi adalah mahasiswa kurang mampu untuk mengubah teori yang dipelajari menjadi kemampuan untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, berinovasi, dan membuat keputusan krusial. Maka dari itu, perekrut biasanya lebih condong ke lamaran kerja yang sudah memiliki pengalaman kerja.

Kurang efektif dalam menyusun CV
Dalam sehari, perekrut dapat menerima ratusan hingga ribuan lamaran kerja. Tentunya mereka akan memilih pelamar yang mengirimkan lamaran kerja dengan CV yang singkat, padat, dan jelas. Salah satu kesalahan umum yang dilakukan oleh para fresh graduates adalah tidak memoles CV yang mereka susun.

CV memuat informasi detail tentang diri Anda, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, pengalaman organisasi, pencapaian, dan kemampuan. Jangan lupa untuk mencantumkan kontak seperti nomor telepon dan email untuk memudahkan perekrut dalam menghubungi Anda. Sebaiknya, CV yang dibuat sebanyak maksimal 2 halaman saja. Jadi, Anda harus memilah informasi apa yang paling mencolok dan sesuai dengan lamaran kerja Anda.

Anggaplah CV sebagai iklan untuk memasarkan diri Anda. Buat semenarik mungkin, tetapi hindari juga penggunaan warna-warna serta desain yang terlalu ramai. Ingatlah bahwa Anda sedang membuat lamaran kerja untuk masuk ke dunia profesional, sehingga Anda perlu merepresentasikan diri dengan image yang sophisticated.

Cara komunikasi yang tidak tepat
Fresh graduates, terutama yang masuk dalam generasi millennial hingga Gen Z, sudah terbiasa dengan gaya komunikasi yang informal. Sebetulnya tidak ada gaya komunikasi yang salah, namun perlu disesuaikan dengan lamaran kerja yang Anda kirim. Pada dasarnya, Anda harus berkomunikasi dengan cara yang sopan dan penuh percaya diri, terlepas perusahaan atau posisi yang Anda lamar.

Secara mengejutkan, masih banyak orang yang belum mengadopsi cara komunikasi yang baik dan benar. Dimulai sejak mengirim lamaran kerja, tahap interview, hingga akhirnya diterima bekerja, Anda harus menerapkan trik komunikasi yang tepat. Pertama, sampaikan maksud dengan jelas tanpa berbelit-belit. Kedua, buatlah koneksi langsung dengan melakukan direct eye contact. Ketiga, dengarkan dan pahami lawan bicara, lalu berikan respon yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *