Uncategorized

Tips Sukses sebagai Direktur Commercial

Menjadi direktur tentu merupakan pencapaian. Namun, bagaimana cara meneruskan prestasi
itu? Apalagi direktur commercial dituntut untuk memimpin tim-tim yang menggerakan profit bagi
perusahaan di tengah perubahan industri yang semakin cepat. Tidak dapat dipungkiri bahwa
direktur commercial di suatu perusahaan bisa memiliki tanggung jawab yang berbeda di
perusahaan lainnya. Direktur commercial bisa menangani pemasaran, penjualan, business
development, hingga pelayanan customer. Parrish & Co. telah merangkum tips untuk menjadi
direktur yang sukses di bidang pengembangan bisnis. Termasuk tips dari top executive yang
diwawancarai oleh Adam Mendler dari Forbes dan Bayu Seto, Commercial Director Indosat M2.
Berikut ini tips yang dapat diterapkan untuk para profesional.

1. Bina relasi sejak awal meniti karier

“Ketika merenungkan kembali saya (awal karier saya), saya akan fokus untuk mengembangkan relasi dan memperluas network saya, di dalam dan di luar organisasi, mulai dari awal karier saya” kata Beth Brooke-Marciniak, global vice chair of public policy di Ernst & Young

Manfaatkan kesempatan untuk membangun network di dalam organisasi maupun aktif bertemu dengan orang-orang luar. Misalnya, menghadiri event yang berkaitan dengan industri, minat atau almamater Anda. Jangan ragu-ragu untuk memperkenalkan diri Anda.

2. Embrace “aha” moment

Ketika kesempatan datang, apakah Anda merasa ragu atau excited? Mendengarkan dan bertindak atas dasar ‘kata hati’ akan membuat Anda berkembang. Percaya pada ‘kata hati’ Anda dan kejar kesempatan besar.

Rhonda Vetere, CTO, global infrastructure services Estée Lauder berpendapat, “Kesempatan-kesempatan ini datang, dan ketika Anda pikir bahwa waktunya sangat tidak tepat, justru itu adalah waktu terbaik karena Anda didorong ke level yang lebih tinggi. Jangan abaikan firasat Anda – lakukan saja!”

3. Tantang asumsi dan status quo

 Orang yang paling sukses dapat memandang situasi melebihi status quo dan pemikiran statis. Salah satu contoh asumsi statis adalah kebiasaan hanya mempekerjakan orang yang berpengalaman di bidang yang sama. ‘Thinking outside of the box’ penting untuk berhasil dalam bisnis. Identifikasi dan manfaatkan kesempatan yang belum terpikirkan oleh orang lain!

4. Mempertimbangkan proses calon karyawan secara menyeluruh

Meningkatkan jumlah karyawan belum tentu akan meningkatkan produktivitas perusahaan. Ketika menilai apakah perlu memperbanyak anggota tim dan bagaimana melakukannya, pikiran bagaimana setiap kandidat yang potensial bisa cocok di organisasi secara keseluruhan.

“Lebih efektif memastikan bahwa Anda mendapatkan orang yang tepat, dengan keterampilan, fokus pada masalah dan kesempatan yang tepat. Selain itu, penting juga bahwa orang-orang tersebut sejalan dengan kultur dan filosofi bisnis perusahaan Anda” Derek Ting, co-founder dan CEO TextNow menjelaskan.

5. Atur waktu dengan prioritas

Jessica Dalka, kreator dan CEO Chicago Planner Magazine, menegaskan pentingnya memperlakukan waktu sebagai komoditas yang berharga.

“Menyederhanakan layanan/produk itu penting karena dua hal, pelanggan Anda mengerti dengan jelas tentang apa yang akan mereka dapat dari Anda dan Anda bisa dengan tepat waktu menangani bisnis Anda. Luangkan waktu juga untuk ‘mengisi ulang’ energi Anda ketika memungkinkan”

Satu-satunya cara agar tujuan yang penting tercapai adalah dengan fokus. Gunakan waktu dan tenaga untuk hal-hal yang bisa membantu pencapaian target.

6. Berikan Value kepada Perusahaan

Fokus pada menambah nilai pada perusahaan daripada sibuk bersaing dengan coworker.  Alih-alih bersaing, kedepankan kerjasama.

“Saya tidak pernah merasa berkompetisi dengan coworker saya karena kalau kita merasa berkompetisi, teamwork jadi tidak ada. Yang paling penting bagaimana yang kita lakukan memberikan value kepada perusahan. Jadi teamwork penting dengan coworker yang penting setiap orang atau setiap director itu menjalankan responsibility-nya masing-masing sesuai dengan agreement” ungkap Bayu Seto, Commercial Director Indosat M2.

Michael Hawker, CRO dan Managing Director Insurance Australia Group Ltd., mempunyai tips yang bisa diterapkan ketika perlu mempengaruhi direktur lain untuk bekerja sama. Menurutnya, direktur yang efektif adalah yang tidak terlalu sering berbicara, tetapi mampu mengungkapkan isu penting dan memberikan insight ketika berbicara.

7. Jadi ‘Pelatih’ bagi Subordinate

Bayu Seto juga menjelaskan pentingnya menjadi coach bagi subordinate Anda agar menjadi seperti Anda atau bahkan lebih baik lagi. Sebab, pada akhirnya Anda sendiri yang akan merasa kesulitan jika tidak melatih tim Anda. Jangan pernah takut kalau tim Anda menjadi lebih ahli. Justru itu adalah kebanggaan sebagai pemimpin.

Babette Ten Haken, Founder dan Ketua Sales Aerobics for Engineers juga menganggap seorang direktur perlu memacu timnya. Haken berpendapat bahwa orang yang pernah menjadi top seller belum tentu akan menjadi direktur yang baik. Penting mengusahakan tim untuk bertumbuh secara profesional, tidak hanya menjadi ahli menjual produk.

Tugas seorang direktur memang kompleks. Tidak hanya mampu menguasai bidangnya, tetapi harus bisa memimpin secara efektif. Namun dengan strategi dan taktik yang tepat, Anda bisa berhasil. Semoga tips di atas bermanfaat


Click here for executive career opportunities or vacancies at Parrish & Co.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *